
Sungguminasa – Kasus penemuan tempat produksi tahu di Lingkungan Mapala, Kelurahan Pangkabinanga, yang tidak higienis terus menjadi perhatian publik. Jupri, seorang pemerhati permasalahan sosial dan kemasyarakatan, saat dotemui disalah satu warkop di makassar (30/12/2024), kembali menyuarakan keprihatinannya dan mendesak instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas.
Jupri menilai kondisi produksi tahu yang jorok, penyimpanan produk di dekat WC, serta pembuangan limbah langsung ke sungai tanpa pengolahan merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Ia berharap instansi terkait segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.
“Ini bukan masalah kecil. Tahu adalah makanan yang sering dikonsumsi masyarakat. Jika diproduksi dalam kondisi seperti ini, risiko kesehatan bagi konsumen sangat besar,” ujar Jupri.
Jupri menyerukan agar dinas perindustrian, dinas kesehatan, dinas tenaga kerja, dinas sosial, satgas halal, camat, dan Lurah Pangkabinanga kab. gowa, agar segera mengambil sikap tegas terhadap pengusaha tahu tersebut.
“Dinas perindustrian perlu mengevaluasi kelayakan usaha ini, dinas kesehatan harus memastikan bahwa standar kebersihan dipatuhi, dan dinas tenaga kerja serta dinas sosial perlu memeriksa kesejahteraan pekerja di lokasi tersebut. Selain itu, satgas halal harus memastikan kehalalan proses produksi, sementara camat dan lurah harus aktif memediasi dan memantau solusi untuk kasus ini,” tegas Jupri.
Jupri juga menambahkan bahwa pembinaan bagi pengusaha kecil seperti ini penting dilakukan, tetapi tidak boleh mengabaikan aspek kesehatan masyarakat.
“Pembinaan harus diutamakan, tetapi jika pengusaha tetap membandel, sanksi tegas harus diberikan demi melindungi masyarakat,” tambahnya.
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang berwenang, tidak hanya untuk menyelesaikan masalah saat ini tetapi juga untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (Anny)

Tinggalkan komentar