TAKALAR // batasnews.id – Rasa syukur mendalam diungkapkan oleh warga Lingkungan Pasuleang 1, Kelurahan Pallantikang, Kabupaten Takalar atas dimulainya pekerjaan penanganan tebing di aliran Sungai Pappa. Pekerjaan ini dinanti sejak lama karena selama ini abrasi dan arus sungai yang deras terus menggerus tanah, bahkan mengancam keselamatan pemukiman serta lahan warga. Kehadiran pembangunan ini disambut hangat karena dinilai sangat membantu dan memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.

Salah satu tokoh pemuda sekaligus tokoh masyarakat di lokasi tersebut, Mirwan, SH.,MH mengaku sangat mengapresiasi langkah nyata yang telah diambil pemerintah. Menurutnya, pekerjaan ini menjadi jawaban atas kekhawatiran yang selama ini dirasakan warga akibat arus sungai yang terus menggerus tanah pemukiman.

“Kami selaku masyarakat sangat bersyukur dan mengapresiasi keberadaan pekerjaan penanganan tebing Sungai Pappa ini. Selama bertahun-tahun kami hidup dalam kecemasan melihat kondisi tebing yang terus terkikis dan rawan longsor setiap kali air sungai meluap. Kini dengan adanya penanganan ini, rasa khawatir kami perlahan berkurang dan masyarakat merasa sangat terbantu serta terlindungi,” ujar Mirwan saat ditemui di lokasi pekerjaan.

Namun demikian, di tengah rasa syukur tersebut, Mirwan menyampaikan harapan besar agar cakupan dan volume pekerjaan dapat segera ditambah dan diperluas. Pasalnya, hingga saat ini pembangunan yang berjalan baru mencakup jarak sepanjang 50 meter. Padahal, berdasarkan pantauan langsung di lapangan, keseluruhan rentang wilayah yang terdampak abrasi dan masuk dalam kategori kerusakan parah atau kritis membentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer.

“Perlu kami sampaikan juga, bahwa sampai saat ini yang baru dikerjakan atau ditangani baru sepanjang 50 meter. Padahal jika melihat kondisi sebenarnya di lapangan, keseluruhan wilayah yang mengalami kerusakan parah dan berbahaya, yang setiap saat bisa longsor, itu membentang sepanjang 1 kilometer. Jadi apa yang dikerjakan saat ini baru sebagian kecil saja dan belum mencakup keseluruhan titik yang butuh penanganan darurat,” tegasnya.

Mirwan menekankan, jika penanganan hanya dilakukan pada 50 meter tersebut, maka risiko kerusakan dan bahaya tetap mengancam di bagian lain yang kondisinya sama-sama rentan dan kritis. Oleh karena itu, masyarakat memohon agar pemerintah melanjutkan dan melengkapi pembangunan ini hingga menyeluruh sepanjang 1 kilometer tersebut agar perlindungan benar-benar maksimal dan menyeluruh.

“Kami berharap perhatian dan kepedulian pemerintah tidak berhenti di 50 meter ini saja, tetapi terus berlanjut. Semoga seluruh rentang sepanjang 1 kilometer yang kondisinya kritis itu bisa tertangani semuanya. Sehingga nantinya tidak ada lagi titik rawan yang membahayakan, dan rasa aman serta nyaman benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh warga yang tinggal di sepanjang pinggiran sungai ini dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Sementara itu, warga setempat lainnya juga menyampaikan hal senada. Mereka berjanji akan ikut menjaga dan memelihara hasil pembangunan tersebut agar dapat terus bermanfaat bagi kepentingan bersama.

(Laporan: Rusdi Saputra)

Tinggalkan komentar

Recent posts

Quote of the week

Sederhana Saja dan tak perlu menampakkan diri untuk disegani, Tak perlu cari muka untuk dikagumi, cukup diam dan jalani.”

~ Adv.Mirwan.,SH.,MH

@2026 Buat situs web atau blog di WordPress.com id – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang